BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Showing posts with label karya. Show all posts
Showing posts with label karya. Show all posts

Saturday, 14 May 2011

BULAN

Berapa ramai mahkluk merenungmu?

Berapa ramai yang memujamu?

Berapa ramai mengaku bahawa kau ilham mereka?

Berapa ramai mengaku keranamu mereka menjadi gila?

apakah mereka sedar sebenarnya kau tidak mempunyai cahaya?

Apakah mereka sedar kau hanya diam sahaja?

Saat ,mata merenung keajaibanmu,mereka alpa dengan sejuta cahaya di sekelilingmu,

Gemerlapan yang berjuta lenyap kala bulan di mata,

Bulan yang satu jadi rebutan, bintang yang beribu kesepian,

Pabila bulan malu, bintang senyap.



















p/s dedicated to Illyana Amin , you are on my list.


Saturday, 7 May 2011

YOU

YOU.

You. Yes, you. I am writing this for you.
I know you are reading this. And I want you to know I am writing this for you. No one else will understand. No one else knows. They think that this is for them. But it’s not. I am writing this for you.
I want you to know, life…it’s hard. Every day can be a challenge. It can be a challenge to get up in the morning. To get yourself out of bed. To put on that smile. But I want you to know, that smile is what keeps me going some days. You need to remember, even through the tough times, you are amazing. You really are.
You should be happy. You are gorgeous.
I know that the weather might not be perfect. You might have to turn your back to the wind or feel the cold nipping at your nose. But you know what, at least you are there to feel it. At least you can enjoy the sun’s warm rays on your face. Or that cold February wind biting at your cheeks. You know what that means?
You are alive.
Everything will be okay.
~ Letters I'll Never Send ~

Wednesday, 4 May 2011

HINA

Hina
Ada apa pada mereka? Kuatkah mereka? Besarkah mereka?
Pada aku mereka  kata, kau adalah ludah, kau adalah sampah, kau bukan sesiapa kau tiada apa,
Dari hadapan mereka mengunyah, dari belakang mereka meludah,
Senyum ikhlas penyejuk hati, namun makna ikhlas mereka mati,
Hati angin mereka bercorak, menulis lagu bermelodi rabak,
Dituju khas buat si hina, di cipta khas untuk si tiada,
Mereka mencipta, palsukan berita, berita disumbat bagaikan dadah,
Hai si durjana mengumpul tentera, mengumpul suara suara celaka,
Dari meludah kini membalasah, dari mengunyah kini menaga.
Aku dengar, aku terima, aku hampa,
Aku naïf, aku daif, aku pasif,
Aku jatuh, jatuh padu, jatuh laju bagaikan batu,
Dilantai bumi aku berkecai, di dataran ini aku bersepai.

Tapi, terima kasih pada pujangga, memberikan kata kata hikmahnya, kini aku berpaut pada katanya,
Ilham untuk mencoret datang dari karyanya, karyanya abstrak idea melata, dari tulisan ia bernada,







(kalau indah, ambil saja , aku tidak marah , tapi hargai lah karya ku.)